Showing posts with label Kekuatan. Show all posts
VIVAbola - Perhelatan multi event antar anggota negara OKI, Islamic Solidarity Games, di Palembang ternyata memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk melihat peta kekuatan Irak. Ya, Irak yang menjadi salah satu lawan timnas U-23 diajang ISG, ternyata juga menyertakan beberapa pemain yang akan diturunkan dalam laga Pra Piala Asia 2015 grup C.
"Dari daftar pemain yang ikut diajang ISG, ternyata Irak memainkan pemain-pemain yang pernah berhadapan dengan kami di pertandingan Pra Piala Asia sebelumnya. Untuk itu, kami akan memantau bagaimana kekuatan Irak, yang bakal menjadi lawan timnas senior," ujar Yeyen, Rabu 5 September 2013.
Tim Merah Putih dijadwalkan menjamu Irak pada 19 November 2013 mendatang. Sebelum menjamu Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Boaz Solossa dan kawan-kawan akan lebih dulu menghadapi China.
Dalam kesempatan yang sama, Yeyen membeberkan staff pelatih dalam waktu dekat akan memonitor kekuatan calon lawan di SEA Games 2013 mendatang lewat ajang Piala Merdeka yang digelar pada 7 sampai 9 September 2013.
"Dalam waktu dekat, kami akan memantau lawan-lawan kami di SEA Games. Saya dan mungkin Aji (Santoso), akan menyaksikan Piala Merdeka di Malaysia. Di mana akan diikuti oleh empat negara yang ambil bagian di SEA Games seperti tuan rumah Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Thailand," ujar Yeyen.
Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAforumView the original article here
VIVAbola - Kapten Bayern Munich, Philipp Lahm melihat kekuatan skuad mengalami kemajuan pesat setelah memastikan diri keluar sebagai juara Liga Champions musim ini. Bayern menyandang status sebagai juara Eropa usai mengalahkan Borussia Dortmund 2-1.
Lahm menyebut, dua kegagalan di final Liga Champions 2010 dan 2012 membuat Bayern lebih kuat. Pengalaman berharga itu, menurut Lahm, menjadi kunci sukses Bayern mengalahkan sesama tim Bundesliga pada partai final di Stadion Wembley, Sabtu 25 Mei 2013 (Minggu dinihari WIB).
Melalui gelar tersebut, Lahm menggambarkan bagaimana perkembangan tim, etos kerja tim, dan pembangunan dalam skuad selama beberapa tahun belakangan menghasilkan gelar juara Liga Champions musim 2012-13."Anda bisa melihat keberhasilan kami dari berbagai sudut berbeda," kata Lahm dikutip dari Soccerway.
Sejak mengalami kekalahan di musim 2010, Lahm mengungkapkan, Bayern selalu belajar dari kesalahan. Perbaikan dalam tim sebenarnya telah terlihat di final Liga Champions musim lalu. Sayang, tim besutan Jupp Heynckes itu kalah adu penalti saat menghadapi Chelsea. "Sekarang, akhirnya kami keluar sebagai pemenang," ucap Lahm.
Dalam final di Wembley, Bayern nyaris mengalami situasi serupa setelah Dortmund mencetak gol lewat eksekusi penalti Ilkay Gundogan. "Tapi para pemain telah menunjukkan reaksi besar dan terus mengekreasikan peluang saat kedudukan imbang 1-1. Dan kami berhasil mengunci kemenangan."
Lahm tidak menyangkal, Bayern sempat gugup karena di bawah tekanan setelah dua kali menderita kekalahan di final. Terlebih, di final ketiga ini, mereka harus menghadapi sesama tim Jerman."Namun, kami bermain lebih baik dan mampu mengubah situasi di babak kedua," ujar Lahm. (sj)
View the original article here
VIVAbola - Winger lincah Bayern Munich, Franck Ribery, mulai melancarkan perang urat syaraf jelang duel final Liga Champions kontra Borussia Dortmund, Sabtu 25 Mei 2013 (Minggu dinihari WIB). Buat pemain asal Prancis itu, Bayern lebih kuat dari Dortmund.
Menatap duel sesama tim Bundesliga ini, motivasi Ribery berlipat. Dia bertekad tidak ingin mengulang kegagalan musim lalu saat tumbang dari tangan Chelsea di final Liga Champions musim lalu.
Ribery menjamin, Die Roten telah mengetahui kekuatan Dortmund di luar kepala. Menurut dia, itu menjadi kunci sukses menaklukkan tim asuhan Juergen Klopp itu. "Secara sederhana, kami lebih kuat dari mereka. Kami tahu kekuatan Dortmund luar dalam," tegas Ribery.
Meski demikian, Ribery menilai, pemain Dortmund memiliki kekuatan fisik. Nilai tambah ini membuat Dortmund bisa bertahan dengan baik."Sangat krusial bila kami terus menerus ditekan. Saya akui mereka memiliki ketangguhan fisik dan bisa bertahan dengan baik," kata Ribery dikutip dari situs resmi klub.
Ribery mengaku terkesan dengan sepak terjang Dortmund selama gelaran final Liga Champions musim ini. Terutama saat tim asuhan Juergen Klopp itu menyingkirkan Real Madrid di babak empat besar.
"Saya tidak tahu apakah kami akan kembali tampil di final Liga Champions. Karena itu, kami akan mengerahkan kemampuan terbaik saat melawan mereka," kata Ribery. (umi)
(function(d, s, id) {var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];if (d.getElementById(id)) return;js = d.createElement(s); js.id = id;js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=67839049483";fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAforumView the original article here
