Showing posts with label Polisi. Show all posts
VIVAbola - Buntut dari kericuhan antar suporter saat laga Persis Solo versi LPIS melawan PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu, 4 September 2013 kemarin, menyebabkan Polresta Surakarta berencana memanggil panitia pelaksana (Panpel) pertandingan. Kasubag Humas Polresta Surakarta, Ajun Komisaris Polisi Sis Raniwati mengatakan pihak kepolisian tidak merekomendasikan digelarnya pertandingan tersebut di Stadion manahan Solo. Pasalnya pertandingan dua kesebelasan itu diperkirakan rawan terjadi bentrokan.
"Kami merekomendasikan agar pertandingan dua tim itu dilakukan di luar Solo karena hubungan suporter dua tim itu kurang baik," kata dia.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, pihak poisi menyesalkan atas tetap dilaksanakannya laga tersebut. Meski demikian, polisi tetap memberikan penjagaan dan pengamanan saat pertandingan itu. "Kami sudah melakukan pengamanan secara maksimal tetapi kericuhan para suporter tidak bisa dihindari," ujarnya.
Akibat bentrokan dua kelompok suporter itu menyebabkan jatuhnya korban. Tujuh orang dilaporkan menderita luka pukulan dan langsung dilarikan ke RS Brayat Minulyo. Polisi sendiri kini juga masih melakukan penjagaan di rumah sakit tersebut mengingat ada korban yang merupakan pendukung PSS Sleman.
Konten ini dikirimkan oleh pembaca anggota VIVAforumView the original article here
UEFA Himbau Polisi Pro Aktif Berantas Skandal Pengaturan Skor
Michel Platini (search.wn.com)VIVAbola - Presiden Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA), Michel Platini meminta Kepolisian berperan aktif memberantas skandal pengaturan skor yang belakangan kembali merebak di Benua Biru. Praktek tersebut, menurut Platini, sebagai bentuk pencucian uang.
Belakangan, sepak bola Eropa kembali diguncang skandal pengaturan skor. Kecurangan ini tercium setelah Kepolisian Eropa (Europol) melakukan penyelidikan selama 18 bulan.
Berdasarkan hasil investigasi, sebanyak 680 pertandingan di seluruh penjuru Eropa telah diatur sindikat judi yang berbasis di Asia. Sindikat tersebut melibatkan 425 petugas pertandingan, offisial klub hingga pemain dari lebih 15 negara.
Prihatin dengan temuan tersebut, Platini merasa tindakan stakeholder sepak bola saja terkadang tidak cukup untuk menekan tindakan tidak sportif ini. Bantuan pihak berwenang sangat dibutuhkan."Kami selalu melindungi olahraga kami dari bencana ini semampu kami. Tapi sayang, itu tidak cukup," ucap Platini dalam pidato di sela-sela Kongres UEFA
"Kami tidak hanya berurusan dengan penjahat kecil. Tetapi dalam beberapa kasus, melibatkan mafia dari berbagai organisasi yang menggunakan pertandingan tertentu untuk mencuci uang," keluh Mancini sebagaimana dikutip dari Super Sport
Enam tahun silam, Platini sebenarnya telah mengeluarkan himbauan serupa agar aparat pro-aktif membantu UEFA menangkap mafia dan sindikat judi sepak bola. "Namun belum ada respon," aku mantan pemain Timnas Prancis itu.
"Karena tidak ada reaksi dan kurangnya kesadaran dari Kepolisian, saya mengulangi himbauan itu sekali lagi," tegas pria yang pernah merumput untuk Juventus itu. (sj)
View the original article here
Tigor Shalom Boboy dan La Siya (VIVAbola/Anry Dhaniarry)VIVAbola - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas atas penyegelan kantor yang dilakukan 14 perwakilan Pengprov PSSI dan dua anggota Komite Eksekutif (Exco) terhukum. Empat orang di antaranya dilaporkan ke polisi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, kantor PSSI disegel oleh 14 perwakilan Pengprov yang telah dibekukan kemarin, Selasa 14 Mei 2013. Setelah gagal masuk ke kantor, mereka meminta pertanggung jawaban Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang tidak mengakui mereka.
Kecewa dengan penyegelan, PSSI kemudian mengadukan empat orang yang dinilai jadi motor aksi penyegelan tersebut. Polda Metro Jaya pun mengeluarkan surat bernomor TBL/1588/V/2013/PMJ/Dlt Reskrimum tanggal 14 Mei 2013, yang diterima oleh Kompol M. Nezim Yusuf.
Adalah Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Tigor Shalom Boboy, yang menjadi pelapor tindakan penyegelan tersebut. Sedangkan anggota Exco, La Siya, menjadi saksi.
"Saya baru membuat laporan pidana Pasal 335 atas tindakan tidak menyenangkan terhadap empat orang, yaitu Sihar Sitorus, Bob Hippy, Cholid Goroma, dan Faisal," ujar Tigor di kantor PSSI.
"Ini melanggar hukum. PSSI itu organisasi yang punya peraturan organsasi, tapi tiba-tiba ada yang melakukan hal-hal seperti ini. Setelah dibicarakan dengan pimpinan, langkah ini akhirnya kami ambil," lanjutnya.
Tigor juga mempertanyakan tindakan ke-14 Pengprov yang menyegel kantor PSSI. Padahal, sebelumnya mereka mengatakan kantor PSSI itu adalah rumah mereka sendiri. "Kalau merasa seperti rumahnya, jangan lakukan seperti ini dong," papar Tigor.
Tigor lalu menjelaskan bahwa PSSI tidak pernah menutup pintu kepada siapapun dan tidak pernah ada niat untuk menolak kedatangan ke-14 Pengprov tersebut. "Kami tidak pernah perintahkan untuk mengunci gerbang depan. Terhadap beberapa ruangan yang penting harus kami amankan. Tapi, pintu depan tidak," tegas Tigor.
View the original article here
