Posted by : irwinsyah hakim Sunday, May 26, 2013

  • Smart Klamp sunat khitan metode terbaru - Gebrakan terbaru bagi tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat yang mempunyai kesibukan meng-khitan/sunat, ternyata ada metode baru yaitu dengan Smart Klamp
    Dalam iklannya, metode Smart Klamp sangat praktis, yaitu tanpa ada perdarahan, resiko infeksi sangat minim sekali. Smart Klamp bisa digunakan segala umur mulai dari bayi, anak-anak sampai orang dewasa sekalipun
    Smart Klamp juga dapat mencegah tertularnya HIV, Hepatitis dan penyakit menular yang lainnya karena cara pemakaiannya yang Disposible atau sekali pakai dan langsung di buang
    Dalam referensinya, dengan Smart Klamp juga bisa di lakukan pada anak yang sangat aktif, hiperaktif dan anak dengan keterbatasan mental
    Bagi teman-teman perawat ataupun dokter, silahkan lihat cara kerja dari Smart Klamp pada video di bawah ini
    NB: Saya belum pernah coba, kalau nanti sudah coba, akan saya posting....tunggu saja
         
  • Perawatan Luka Perineum Post Partum

    Posted: Sat, 02 Feb 2013 10:36:28 PST

    Pengertian Perawatan Luka Perinium

    Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000).
    Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002). Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.

    Tujuan Perawatan Perineum

    Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
    Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.

    Bentuk Luka Perineum

    Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :
    1. Rupture
    Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).
    2. Episotomi
    Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).
    Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).
    Pada gambar berikut ini dijelaskan tipe episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu :
    1. Episiotomi medial
    2. Episiotomi mediolateral
    Sedangkan rupture meliputi
    1. Tuberositas ischii
    2. Arteri pudenda interna
    3. Arteri rektalis inferior
    Tipe-Tipe Episiotomi
    Gambar 1. Tipe-Tipe Episiotomi

    Lingkup Perawatan

    Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).
    Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah
    1. Mencegah kontaminasi dari rektum
    2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma
    3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.

    Waktu Perawatan

    Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah
    1. Saat mandi
      Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
    2. Setelah buang air kecil
      Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
    3. Setelah buang air besar.
      Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus, untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan.

    Penatalaksanaan

    1. Persiapan
      1. Ibu Pos Partum
        Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar mandi dengan posisi ibu jongkok jika ibu telah mampu atau berdiri dengan posisi kaki terbuka.
      2. Alat dan bahan
        Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung atau shower air hangat dan handuk bersih. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air hangat, pembalut nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001).
    2. Penatalaksanaan
      Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meningkatkan penyembuhan dengan prosedur pelaksanaan menurut Hamilton (2002) adalah sebagai berikut:
      1. Mencuci tangannya
      2. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan air hangat
      3. Buang pembalut yang telah penuh dengan gerakan ke bawah mengarah ke rectum dan letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung plastik.
      4. Berkemih dan BAB ke toilet
      5. Semprotkan ke seluruh perineum dengan air
      6. Keringkan perineum dengan menggunakan tissue dari depan ke belakang.
      7. Pasang pembalut dari depan ke belakang.
      8. Cuci kembali tangan
    3. Evaluasi
      Parameter yang digunakan dalam evaluasi hasil perawatan adalah:
      1. Perineum tidak lembab
      2. Posisi pembalut tepat
      3. Ibu merasa nyaman

    Faktor yang Mempengaruhi Perawatan Perineum

    1. Gizi
      Faktor gizi terutama protein akan sangat mempengaruhi terhadap proses penyembuhan luka pada perineum karena penggantian jaringan sangat membutuhkan protein.
    2. Obat-obatan
      1. Steroid : Dapat menyamarkan adanya infeksi dengan menggangu respon inflamasi normal.
      2. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi.
      3. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila diberikan segera sebelum pembedahan untuk patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika diberikan setelah luka ditutup, tidak efektif karena koagulasi intrvaskular.
    3. Keturunan
      Sifat genetik seseorang akan mempengaruhi kemampuan dirinya dalam penyembuhan luka. Salah satu sifat genetik yang mempengaruhi adalah kemampuan dalam sekresi insulin dapat dihambat, sehingga menyebabkan glukosa darah meningkat. Dapat terjadi penipisan protein-kalori.
    4. Sarana prasarana
      Kemampuan ibu dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam perawatan perineum akan sangat mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kemampuan ibu dalam menyediakan antiseptik.
    5. Budaya dan Keyakinan
      Budaya dan keyakinan akan mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan tarak telur, ikan dan daging ayam, akan mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan sangat mempengaruhi penyembuhan luka.

    Dampak Dari Perawatan Luka Perinium

    Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini :
    1. Infeksi
      Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.
    2. Komplikasi
      Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
    3. Kematian ibu post partum
      Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
www.winzulkim.tk
Welcome to My Blog

Irwinsyah site's

Selamat Datang di Win Zul Kim blog, selamat surfing. terima kasih by irwinsyah azizul hakim

Anda Pengunjung Ke -

Blogger templates

Asal Pengunjung

My Facebook

Win Zul Kim |Profil
silahkan klik 'like' diatas
Powered by Blogger.

- Copyright © irwinsyah azizul hakim -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -